Reparasi Lampu TL Jari dengan Kanibal

Juni 23, 2009 by rochmatsalim

Ada beberapa tipe lampu yang tersedia di toko listrik dan elektronik. Ada yang bisa diperbaiki dan ada yang harus terbuang percuma, maaf karena sampai detik ini penulis belum pernah menemukan cara pemanfaatannya.

Pada tulisan ini akan dijelaskan cara reparasi lampu tl bentuk jari atau lebih tepatnya lampu tl elektronik. Gambar seperti di bawah ini.

Lampu pada gambar di atas masih bisa diperbaiki secara kanibal (dengan mengambil komponen lampu sejenis) dengan syarat sebagian komponen lampu tersebut masih berfungsi. Secara sederhana lampu tl jari dibagi menjadi tiga bagian poko, yaitu :
a. Bagian Konektor atau fitting ke jaringan AC. Lihat gambar berikut.

b. Bagian elektronik atau ballast elektronik yang merupakan sistem switching, bagian ini sering rusak. Lihat gambar.

c. Bagian filamen atau tabung lampu. Bagian ini juga sering rusak berupa kawat filamen putus. Lihat gambar berikut.

Pada beberapa merk lampu, bagian yang sering rusak adalah bagian filamen dalam tabung kaca, kerusakan ini ditandai dengan bagian pangkal tabung kaca yang berwarna hitam. Pada kerusakan ini biasanya rangkain elektroniknya masih baik. Lihat gambar.

Untuk mengetahui baik buruknya filamen pada tabung lampu digunakan multimeter posisi saklar pada skala ohm meter x1, atau x10. Jika anda tidak memiliki multimeter, yakinlah filamen sudah rusak, jika pangkal tabung berwarna hitam.
Sedangkan ciri-ciri lampu tl jari yang masih baik filamennya biasanya lampu mati, tetapi warna tabung masih putih tidak ada warna hitam pada pangkal tabung. Pada kejadian ini biasanya yang rusak bagian elektroniknya. Perlu diketahui bahwa hampir semua merk lampu TL jari dengan harga kisaran 5000, menggunakan komponen aktif yang sama yaitu transistor seri 13001 atau 13002 NPN. Kecuali pada merek yang berharga diatas Rp. 20.000,- seperti Philips.

Nahh kerusakan yang berbeda pada lampu tljari berbagai merek tetapi masih sejenis inilah yang bisa kita manfaatkan untuk diperbaiki lagi.

Selanjutnya cara memperbaiki lampu tl jari yang sudah rusak adalah sebagai berikut:

lampu tl elektronik

lampu tl elektronik

Manfaat Baterai Bekas HP

Juni 22, 2009 by rochmatsalim

Baterai Hand Phone, merk apa saja bisa kita manfaatkan untuk menggantikan baterai konvensional yang berukuran kecil, seperti pada baterai remote tv, mouse wireless, dll, yang membutuhkan voltase kerja 3,5 sd 3,7 volt. Jenis baterai yang pernah digantikan fungsinya oleh penulis antara lain seperti gambar dibawah ini.

Baterai Remote

Baterai Remote


Remote TV Tuner

Remote TV Tuner

Perlu diketahui sebenarnya kalaupun baterai hp diakatakan sudah “habis” dan perlu dicharge lagi, menurut penulis bukan karena voltasenya yang habis, tapi mungkin lebih disebabkan oleh semacam “counter” electronik yang tertanam dalam rangkaian pembatas arus baterai. Pembatas arus tersebut berfungsi mencegah overload pada saat baterai dicharge ulang. Nah jika rangkaian ini rusak, walaupun baterai dicharge dengan hp-nya, indikator hp tak akan menunjukkan bahwa baterai dapat terisi penuh.

Baterai HP Bekas (lihat tanda + dan -)

Baterai HP Bekas (lihat tanda + dan -)

Tetapi bisa saja memang voltasenya berkurang sehingga arusnya tak mampu menyuplai hp anda. Nah baterai dengan kondisi seperti ini bisa kita gunakan untuk menggantikan baterai remote, bahkan sampai 1 tahun lebih tidak perlu charge lagi. Lihat gambar berikut untuk buktinya (remote sampai usang karena umur).

Remote Modif

Remote Modif

Untuk menggantikan baterai tersebut dengan baterai handphone yang sudah tidak terpakai langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Pastikan polaritas positis (+) dan negatif (-) baterai bekas hp sudah anda ketahui dengan tepat. Contoh lihat gambar.

Polaritas Baterai HP kiri +, kanan -, tengah abaikan.

Polaritas Baterai HP kiri +, kanan -, tengah abaikan.

2. Untuk baterai berukuran kecil seperti diatas tidak perlu membuang rangkaian pembatas arusnya, kalau tidak salah malah mungkin tidak ada. Pembatas arus ada di hp masing-masing. Sedangkan untuk baterai lama seperi baterai Nokia pisang, perlu dibongkar dan dibuang rangkaian pembatas arusnya sehingga tinggal cel nya saja. Lihat gambar dibawah.

Cel Baterai Nokia Pisang dan CDMA dalam lakban kuning.

Cel Baterai Nokia Pisang dan CDMA dalam lakban kuning.

3. Selanjutnya bongkar remote anda dan cari terminal/tempat baterai yang bertanda positif, kemudian solderlah dengan kabel berwarna merah untuk memudahkan pembedaan dengan terminal negatif. Kemudian terminal negatif disolder dengan kabel hitam ukuran kecil.

Menyolder terminal temapt baterai remote tv.

Menyolder terminal temapt baterai remote tv.

4. Bila anda ingin memasukan baterai kedalam remote, mungkin perlu membongkar casing remote agar baterai bisa masuk. Selanjutnya solderlah kabel merah pada ujung yang belum disolder dengan terminal positif baterai hp bekas, dan yang hitam dengan terminal negatifnya.

solder pada bagian terminal baterai sesuai tandanya.

solder pada bagian terminal baterai sesuai tandanya.

5. Kencangkan sendiri fisik baterai dengan remote atau bungkus dengan lakaban sesuai dengan selera anda.

Semoga bermanfaat dengan membuat baterai bekas kembali bermaanfaat anda telah berpartisipasi dalam pencegahan polusi.

Peringkat Kelas VII H Semester 2

Juni 18, 2009 by rochmatsalim

Raport semster 1

Juni 17, 2009 by rochmatsalim

Nilai Raport Bisa Didownload

Juni 17, 2009 by rochmatsalim

Bagi yang ingin melihat nilai Raport Semester 2 Tahun 2008/2009 bisa klik disini:

atau di sini:

leger2sm2

Bagi yang ingin hardcopy silakan ke rumah saya.

Ambalat di Mata Google Earth Dan Wikipedia

Juni 10, 2009 by rochmatsalim

Inilah hasil pemotretan Ambalat dari Google Earth :

Sebatik

Sebatik

From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search

Sebatik Island (Pulau Sebatik) is an island off the eastern coast of Borneo, partly within Indonesia and partly within Malaysia. It has an area of approximately 452.2 square kilometres.[1] The minimum distance between Sebatik Island and the mainland of Borneo is about one kilometer. [2]

Sebatik Island lies between Tawau Bay (Teluk Tawau) to the north and Sebuku Bay (Teluk Sebuku) to the south. The city of Tawau lies in Sabah just to the north. The island is bisected at roughly 4° 10′ North by the Indonesia-Malaysia border – the northern part belongs to Sabah, Malaysia (Sebatik Malaysia) while the southern part belongs to East Kalimantan, Indonesia (Sebatik Indonesia).

Sebatik Malaysia has a population estimated to be approximately 25,000, as opposed to approximately 80,000 people in Sebatik Indonesia.[3]

The demarcated international border between Malaysia and Indonesia stops at the eastern edge of Sebatik Island, so that the ownership of Unarang Rock and the maritime area located to the east of Sebatik is unclear.[4] This is one of the reasons why the Ambalat region waters and crude oil deposits east of Sebatik Island have been the center of an active maritime dispute between Indonesia and Malaysia since March 2005. The ambiguity of the border at the eastern edge is sometimes attributed as a reason causing the “loss” to Indonesia of two islands: Sipadan and Ligitan.[4]

While there are border guards on the island, there is currently no immigration office, no customs house, no barbed wire fence and no walls demarcating the border. Instead, the only evidence of a border are the concrete piles buried every kilometer from east to west.[5]

Sebatik Island was one of the places in which heavy fighting took place between Indonesian troops and Malaysian troops during the 1963 Indonesia Malaysia Confrontation.

The North Borneo Timbers company operated a logging concession on the island until the 1980s and its mostly expatriate employees lived in a self-contained community in Wallace Bay. Sebatik Malaysia is within the parliamentary constituency of Kalabakan.

Krisis Ambalat

Ambalat
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Ambalat adalah blok laut luas 15.235 kilometer persegi yang terletak di laut Sulawesi atau Selat Makassarmilik negara Indonesia sebagai negara kepulauan. Blok laut ini tidak semuanya kaya akan minyak mentah.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Awal persengketaan
* 2 Aksi-aksi sepihak
* 3 Lihat pula
* 4 Catatan kaki
* 5 Pranala luar

[sunting] Awal persengketaan

persoalan yang timbul setelah pada tahun 1967 pertama kali dilakukan pertemuan teknis hukum laut antara Indonesia dan Malaysia kedua belah pihak akhirnya sepakat (kecuali Sipadan dan Ligitan diberlakukan sebagai keadaan status quo lihat: Sengketa Sipadan dan Ligitan) kemudian pada tanggal 27 Oktober 1969 dilakukan penanda tanganan perjanjian antara Indonesia dan Malaysia disebut sebagai Perjanjian Tapal Batas Kontinental Indonesia – Malaysia, [1] kedua negara masing2 melakukan ratifikasi pada 7 November 1969, tak lama berselang masih pada tahun 1969 Malaysia membuat peta baru yang memasukan pulau Sipadan, Ligitan dan Batu Puteh (Pedra blanca) tentunya hal ini membingungkan Indonesia dan Singapura dan pada akhirnya Indonesia maupun Singapura tidak mengakui peta baru Malaysia tersebut. Kemudian pada tanggal 17 Maret 1970 kembali ditanda tangani Persetujuan Tapal batas Laut Indonesia dan Malaysia [2] akan tetapi, kembali pada tahun 1979 pihak Malaysia kembali membuat peta baru mengenai tapal batas kontinental dan maritim dengan serta merta menyatakan dirinya sebagai negara kepulauan dan secara sepihak membuat perbatasan maritimnya sendiri dengan memasukan blok maritim Ambalat kedalam wilayahnya yaitu dengan memajukan koordinat 4° 10′ arah utara melewati pulau Sebatik. [3] tentu peta inipun sama nasibnya dengan terbitan Malaysia pada tahun 1969 yaitu diprotes dan tidak diakui oleh pihak Indonesia dengan berkali-kali pihak Malaysia membuat sendiri peta sendiri padahal telah adanya perjanjian Perjanjian Tapal Batas Kontinental Indonesia – Malaysia tahun 1969 dan Persetujuan Tapal batas Laut Indonesia dan Malaysia tahun 1970, masyarakat Indonesia melihatnya sebagai perbuatan secara terus menerus dari pihak Malaysia seperti ingin melakukan ekspansi terhadap wilayah Indonesia.

[sunting] Aksi-aksi sepihak

* Tgl 21 Februari 2005 di Takat Unarang {nama resmi Karang Unarang) Sebanyak 17 pekerja Indonesia ditangkap oleh awak kapal perang Malaysia KD Sri Malaka,
* Angkatan laut Malaysia mengejar nelayan Indonesia keluar Ambalat.
* Malaysia dan Indonesia memberikan hak menambang ke Shell, Unocal dan ENI. [3]
* Berkaitan dengan itu pula surat kabar Kompas mengeluarkan berita bahwa Menteri Pertahanan Malaysia telah memohon maaf berkaitan perkara tersebut [4]. Berita tersebut segera disanggah oleh Menteri Pertahanan Malaysia yang menyatakan bahwa kawasan tersebut adalah dalam kawasan yang dituntut oleh Malaysia, dengan itu Malaysia tidak mempunyai sebab untuk memohon maaf karena berada dalam perairan sendiri. Sejajar dengan itu, Malaysia menimbang untuk mengambil tindakan undang-undang terhadap surat kabar KOMPAS yang dianggap menyiarkan informasi yang tidak benar dengan sengaja.
o Pemimpin Redaksi Kompas, Suryopratomo kemudian membuat permohonan maaf dalam sebuah berita yang dilaporkan di halaman depan harian tersebut pada 4 Mei 2005, di bawah judul Kompas dan Deputi Perdana Menteri Malaysia Sepakat Berdamai.[5]
* Pada koordinat: [Tunjukkan letak di peta interaktif] 4°6′03.59″N 118°37′43.52″E / 4.1009972°N 118.6287556°E / 4.1009972; 118.6287556 terjadi ketegangan yang melibatkan kapal perang pihak Malaysia KD Sri Johor, KD Buang dan Kota Baharu berikut dua kapal patroli sedangkan kapal perang dari pihak Indonesia melibatkan KRI Wiratno, KRI Tongkol, KRI Tedong Naga KRI K.S. Tubun, KRI Nuku dan KRI Singa [6] yang kemudian terjadi Insiden Penyerempetan Kapal RI dan Malaysia 2005, yaitu peristiwa pada tgl. 8 April 2005 Kapal Republik Indonesia Tedong Naga (Indonesia) yang menyerempet Kapal Diraja Rencong (Malaysia) sebanyak tiga kali, akan tetapi tidak pernah terjadi tembak-menembak karena adanya Surat Keputusan Panglima TNI Nomor: Skep/158/IV/2005 tanggal 21 April 2005 bahwa pada masa damai, unsur TNI AL di wilayah perbatasan RI-Malaysia harus bersikap kedepankan perdamaian dan TNI AL hanya diperbolehkan melepaskan tembakan bilamana setelah diawali adanya tembakan dari pihak Malaysia terlebih dahulu.
* Shamsudin Bardan, Ketua Eksekutif Persekutuan Majikan-majikan Malaysia (MEF) menganjurkan agar warga Malaysia mengurangi pemakaian tenaga kerja berasal dari Indonesia
* Pihak Indonesia mengklaim adanya 35 kali pelanggaran perbatasan oleh Malaysia.[7]
* Tgl 24 Februari 2007 pukul 10.00 WITA, yakni kapal perang Malaysia KD Budiman dengan kecepatan 10 knot memasuki wilayah Republik Indonesia sejauh satu mil laut, pada sore harinya, pukul 15.00 WITA, kapal perang KD Sri Perlis melintas dengan kecepatan 10 knot memasuki wilayah Republik Indonesia sejauh dua mil laut yang setelah itu dibayang-bayangi KRI Welang, kedua kapal berhasil diusir keluar wilayah Republik Indonesia.
* Tgl 25 Februari 2007 pukul 09.00 WITA KD Sri Perli memasuki wilayah RI sejauh 3.000 yard yang akhirnya diusir keluar oleh KRI Untung Suropati, kembali sekitar pukul 11.00, satu pesawat udara patroli maritim Malaysia jenis Beech Craft B 200 T Superking melintas memasuki wilayah RI sejauh 3.000 yard, kemudian empat kapal perang yakni KRI Ki Hadjar Dewantara, KRI Keris, KRI Untung Suropati dan KRI Welang disiagakan. [8]

ALAT-ALAT LAB IPA

Juni 10, 2009 by rochmatsalim

CARA MEMPERLAKUKAN ALAT DAN BAHAN DI LABORATORIUM IPA

Pengertian Alat dan Bahan di Laboratorium IPA
Alat laboratorium IPA merupakan benda yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium IPA yang dapat dipergunakan berulang–ulang. Contoh alat laboratorium IPA: pinset, pembakar spiritus, thermometer, stopwatch, tabung reaksi, gelas ukur jangka sorong dan mikroskop. Alat yang digunakan secara tidak langsung di dalam praktikum merupakan alat bantu laboratorium, seperti tang, obeng, pemadam kebakaran dan kotak Pertolongan Pertama.
Bahan di laboratorium IPA merupakan zat kimia yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium IPA yang bersifat habis pakai. Bahan kimia ada yang padat, cair maupun gas. Contoh bahan di laboratorium yang berbentuk padat: NaOH, Garam dapur (NaCl), amilum, serbuk besi, kapur (CaCO3) dan organ tumbuh-tumbuhan (daun, bunga, akar, dll).

1. Alat ukur, seperti thermometer, barometer, respirometer, gelas ukur, stopwatch, mikrometer sekrup, dsb.

2. Alat dari gelas, seperti tabung reaksi, labu erlenmeyer, pembakar spiritus, dsb.

3. Model, seperti model pencernaan, model pernapasan, model kerangka, model indera dan organ lainnya.

4. Bagan, seperti bagan klasifikasi makhluk hidup, bagan metamorfosis pada katak, bagan sistem pengeluaran manusia, dsb.

5. Alat siap pakai (rakitan), seperti kit listrik, kit magnet, kit optik, dsb.

6. Alat bantu proses percobaan seperti pinset, gunting dan pembakar bunsen/spiritus, mortar dan alu.

Perlengkapan pendukung (perkakas) yang diperlukan selama bekerja di laboratorium IPA, seperti :
1. Alat pemadam kebakaran, dapat diganti dengan pasir basah dan karung goni basah.
2. Kotak Pertolongan Pertama lengkap dengan isinya (obat, kasa, plester, obat luka)
3. Alat kebersihan seperti sapu, pengki/serokan sampah, lap pel, sikat tabung reaksi.
4. Alat bantu lainnya seperti obeng, palu, tang, gergaji dsb.

Alat di laboratorium IPA berdasarkan bahan pembuatnya, meliputi kelompok :
1. Alat optik (kaca), seperti tabung reaksi, labu erlenmeyer, pembakar spiritus.
2. Alat dari logam, seperti kasa asbes, peralatan bedah dsb.
3. Alat dari kayu, seperti rak tabung reaksi, penjepit tabung reaksi dsb
4. Alat dari plastik, seperti botol zat kimia dsb.
5. Alat dari bahan lainnya seperti sikat tabung reaksi dari ijuk, sumbat gabus dan mortar dari porselain.

B. Macam-Macam Bahan Laboratorium IPA
Bahan yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium IPA dapat berupa bahan kimia, bahan alami (berupa benda dan makhluk hidup). Bahan kimia yang berbahaya dengan ciri mudah terbakar, mudah meledak, korosif dan beracun. Contoh bahan kimia berbahaya seperti asam khlorida, asam sulfat dan asam phosphat. Bahan kimia yang kurang berbahaya seperti aquadest, amilum, yodium dan gula.
Sedangkan bahan di laboratorium IPA merupakan bahan praktikum yang bersifat habis pakai
1. Bahan kimia di laboratorium IPA berdasarkan sifat zat yang sesuai dengan simbolnya meliputi kelompok:
2. Bahan yang mudah terbakar, seperti alkohol (C2H5OH), eter, spiritus dan belerang (sulfur).
3. Bahan yang mudah menguap, seperti eter, alkohol dan spiritus
4. Bahan yang tidak berbahaya, seperti amilum (tepung/pati), glukosa, sukrosa (gula pasir), air dan minyak.
5. Bahan untuk reaksi kimia, seperti reagen biuret, reagen Fehling A dan Fehling B, larutan lugol, larutan iodium dan reagen Bennedict.

Bahan dari makhluk hidup yang digunakan di laboratorium IPA, digunakan untuk:
1. Bahan yang diuji, seperti bahan makanan, bagian tumbuhan (bunga, daun, buah, batang dan akar), bagian hewan (bulu, rambut, tulang, darah dsb), mikroorganisme (bakteri, ganggang, jamur, kultur Amoeba proteus dsb)
2. Bahan yang digunakan untuk menguji, seperti kunyit, bunga sepatu dan kulit anggur sebagai bahan indikator asam-basa.

Cara Menyimpan Alat dan Bahan Laboratorium IPA
Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium IPA memerlukan perlakuan khusus sesuai sifat dan karakteristik masing-masing. Perlakuan yang salah dalam membawa, menggunakan dan menyimpan alat dan bahan di laboratorium IPA dapat menyebabkan kerusakan alat dan bahan, terjadinya kecelakaan kerja serta dapat menimbulkan penyakit. Cara memperlakukan alat dan bahan di laboratorium IPA secara tepat dapat menentukan keberhasilan dan kelancaran kegiatan.

Adapun perlakuan terhadap alat-alat di laboratorium seperti:
a. Membawa alat sesuai petunjuk penggunaan
b. Menggunakan alat sesuai petunjuk penggunaan.
c. Menjaga kebersihan alat
d. Menyimpan alat

Prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat dan bahan di laboratorium:
a. Aman
Alat disimpan supaya aman dari pencuri dan kerusakan, atas dasar alat yang mudah dibawa dan mahal harganya seperti stop watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Aman juga berarti tidak menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan sehingga fungsinya berkurang.
b. Mudah dicari
Untuk memudahkan mencari letak masing–masing alat dan bahan, perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari, rak atau laci).
c. Mudah diambil
Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan seperti lemari, rak dan laci yang ukurannya disesuaikan dengan luas ruangan yang tersedia.

Cara penyimpanan alat dan bahan dapat berdasarkan jenis alat, pokok bahasan, golongan percobaan dan bahan pembuat alat:
a. Pengelompokan alat–alat fisika berdasarkan pokok bahasannya seperti: Gaya dan Usaha (Mekanika), Panas, Bunyi, Gelombang, Optik, Magnet, Listrik, Ilmu, dan Alat reparasi.
b. Pengelompokan alat–alat biologi menurut golongan percobaannya, seperti: Anatomi, Fisiologi, Ekologi dan Morfologi.
c. Pengelompokan alat–alat kimia berdasarkan bahan pembuat alat tersebut seperti: logam, kaca, porselen, plastik dan karet.
Jika alat laboratorium dibuat dari beberapa bahan, alat itu dimasukkan ke dalam kelompok bahan yang banyak digunakan.
Penyimpanan alat dan bahan selain berdasar hal – hal di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
a. Mikroskop disimpan dalam lemari terpisah dengan zat higroskopis dan dipasang lampu yang selalu menyala untuk menjaga agar udara tetap kering dan mencegah tumbuhnya jamur.
b. Alat berbentuk set, penyimpanannya harus dalam bentuk set yang tidak terpasang.
c. Ada alat yang harus disimpan berdiri, misalnya higrometer, neraca lengan dan beaker glass.
d. Alat yang memiliki bobot relatif berat, disimpan pada tempat yang tingginya tidak melebihi tinggi bahu.
e. Penyimpanan zat kimia harus diberi label dengan jelas dan disusun menurut abjad.
f. Zat kimia beracun harus disimpan dalam lemari terpisah dan terkunci, zat kimia yang mudah menguap harus disimpan di ruangan terpisah dengan ventilasi yang baik.

Penyimpanan alat perlu memperhatikan frekuensi pemakaian alat. Apabila alat itu sering dipakai maka alat tersebut disimpan pada tempat yang mudah diambil. Alat–alat yang boleh diambil oleh siswa dengan sepengetahuan guru pembimbing, hendaknya diletakkan pada meja demonstrasi atau di lemari di bawah meja keramik yang menempel di dinding. Contoh alat yangdapat diletakkan di meja demonstrasi adalah: kaki tiga, asbes dengan kasa dan tabung reaksi.

Penyimpanan dan pemeliharaan alat / bahan harus memperhitungkan sumber kerusakan alat dan bahan. Sumber kerusakan alat dan bahan akibat lingkungan meliputi hal – hal berikut:
1. Udara
Udara mengandung oksigen dan uap air (memilki kelembaban). Kandungan ini memungkinkan alat dari besi menjadi berkarat dan membuat kusam logam lainnya seperti tembaga dan kuningan. Usaha untuk menghindarkan barang tersebut terkena udara bebas seprti dengan cara mengecat, memoles, memvernis serta melapisi dengan khrom atau nikel. Kontak dengan udara bebas dapat menyebabkan bahan kimia bereaksi. Akibat reaksi bahan kimia dengan udara bebas seperti timbulnya zat baru, terjadinya endapan, gas dan panas. Dampaknya bahan kimia tersebut tidak berfungsi lagi serta dapat menimbulkan kecelakaan dan keracunan.
2. Air dan asam – basa
Alat laboratorium sebaiknya disimpan dalam keadaan kering dan bersih, jauh dari air, asam dan basa. Senyawa air, asam dan basa dapat
menyebabkan kerusakan alat seperti berkarat, korosif dan berubah fungsinya. Bahan kimia yang bereaksi dengan zat kimia lainnya menyebabkan bahan tersebut tidak berfungsi lagi dan menimbulkan zat baru, gas, endapan, panas serta kemungkinan terjadinya ledakan.
3. Suhu
Suhu yang tinggi atau rendah dapat mengakibatkan :alat memuai atau mengkerut, memacu terjadinya oksidasi, merusak cat serta mengganggu fungsi alat elektronika.
4. Mekanis
Sebaiknya hindarkan alat dan bahan dari benturan, tarikan dan tekanan yang besar. Gangguan mekanis dapat menyebabkan terjadinya kerusakan alat / bahan.
5. Cahaya
Secara umum alat dan bahan kimia sebaiknya dihindarkan dari sengatan matahari secara langsung. Penyimpanan bagi alat dan bahan yang dapat rusak jika terkena cahaya matahari langsung, sebaiknya disimpan dalam lemari tertutup. Bahan kimianya sebaiknya disimpan dalam botol yang berwarna gelap.
6. Api
Komponen yang menjadi penyebab kebakaran ada tiga, disebut sebagai segitiga api. Komponen tersebut yaitu adanya bahan bakar, adanya panas yang cukup tinggi, dan adanya oksigen. Oleh karenanya penyimpanan alat dan bahan laboratorium harus memperhatikan komponen yang dapat menimbulkan kebakaran tersebut.

Cara menyimpan alat laboratorium IPA
Cara menyimpan alat laboratorium IPA dengan memperhatikan bahan pembuat alat tersebut, bobot alat, keterpakaiannya, serta sesuai pokok bahasannya. Penyimpanan alat menurut aturan tertentu harus disepakati antara pengelola laboratorium dan diketahui oleh pengguna /praktikan.
Untuk memudahkan dalam penyimpanan dan pengambilan kembali alat di laboratorium, maka sebaiknya dibuatkan daftar inventaris alat yang lengkap dengan kode dan jumlah masing-masing. Alat yang rusak atau pecah sebaiknya ditempatkan pada tempat tersendiri, dan dituliskan dalam buku kasus dan buku inventaris laboratorium IPA.
Cara menyimpan bahan laboratorium IPA
Cara menyimpan bahan laboratorium IPA dengan memperhatikan kaidah penyimpanan, seperti halnya pada penyimpanan alat laboratorium. Sifat masing-masing bahan harus diketahui sebelum melakukan penyimpanan, seperti:
a. Bahan yang dapat bereaksi dengan kaca sebaiknya disimpan dalam botol plastik.
b. Bahan yang dapat bereaksi dengan plastik sebaiknya disimpan dalam botol kaca.
c. Bahan yang dapat berubah ketika terkenan matahari langsung, sebaiknya disimpan dalam botol gelap dan diletakkan dalam lemari tertutup. Sedangkan bahan yang tidak mudah rusak oleh cahaya matahari secara langsung dalam disimpan dalam botol berwarna bening.
d. Bahan berbahaya dan bahan korosif sebaiknya disimpan terpisah dari bahan lainnya.
e. Penyimpanan bahan sebaiknya dalam botol induk yang berukuran besar dan dapat pula menggunakan botol berkran. Pengambilan bahan kimia dari botol sebaiknya secukupnya saja sesuai kebutuhan praktikum pada saat itu. Sisa bahan praktikum disimpam dalam botol kecil, jangan dikembalikan pada botol induk. Hal ini untuk menghindari rusaknya bahan dalam botol induk karena bahan sisa praktikum mungkin sudah rusak atau tidak murni lagi.
f. Bahan disimpan dalam botol yang diberi simbol karakteristik masing-masing bahan.

SIMULASI lihat di Edukasi

Nasib Seorang Pelari

Juni 7, 2009 by rochmatsalim

Ingat menjelang masa pengumuman hasil UAN setiap tahun, jadi ingat dengan nasib anak-anak berprestasi yang “menjadi korban” UAN sehingga menjadi gagal.
Seorang pelari putri yang hampir tiga tahun sekolah selalu menjadi juara satu lari tingkat kabupaten. Ia begitu “cerdas” dalam berlari. Pada akhirnya ia menjadi “Pecundang” setelah gagal lulus UAN.

Saat ia menangis karena tidak lulus UAN, tampak dengan gagah sang piala hasil juara larinya seakan mengejek. “Kamu bodoh… ga mau ikut UAN khusus lari…”, ngapain ikut UAN yang hanya memacu otak aja hehehe”

Setahun sudah berlalu, piala hasil juara larinya tetap gagah dalam lemari sekolah. Sementara nasib sang juara nyaris tak terdengar.

TOKO BUKU ONLINE

Juni 7, 2009 by rochmatsalim


Masukkan Code ini K1-FDB35F-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.


Masukkan Code ini K1-FDB35F-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Anda akan mendapatkan diskon khusus 1% dari situs ini bila belanja dari link diatas!!! Ayo bagi-bagi rejeki dan Ilmu Pengetahuan!

Mau bonus lagi?

Bonus Jadi Blogger

Kasus serupa Prita

Juni 4, 2009 by rochmatsalim

Sebenarnya banyak sekali kasus serupa dengan Prita, artinya banyak keluhan dari pasien rumah sakit. Dulu di Jogja pernah terjadi komplain pasien rumah sakit yang kebetulan seorang dosen kedokteran, tentunya dokter juga. Karena dia dokter, maka ia menang. RSnya yang meminta maaf dimedia massa.

Saya jadi curiga, jangan-jangan semua rumah sakit seperti itu…

Dimana pasien akan mengadu…?