Mbah Supi dan Cucu
[/caption]
Sertifikasi alih-alih menjadi sarana peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran di Indonesia dalam perkembangannya sudah banyak terendus berbagai kecurangan. Semua dengan satu tujuan untuk peningkatan gaji yang katanya untuk peningkatan kesejahteraan. Tulisan ini tidak akan membahas apa saja bentuk kecurangan, atau masalah pro dan kontra akan adanya sertifikasi, tetapi hanya sekadar sorotan dalam segi yang lain.
Ibarat suatu benda yang alami, pada dasarnya sertifikasi atau apa pun adalah bersifat netral. Akan menjadi sesuatu yang baik dan bermanfaat, atau jahat dan merugikan kembali lagi pada siapa, kapan, bagaimana, di mana, dll, semua dilakukan.
Sertifikasi suatu jenis penyakit?
Sertifikasi bisa dipandang sebagai suatu jenis penyakit baik lahir maupun batin, tergantung pada efek yang ditimbulkannya. Sertifikasi sebagai suatu penyakit, adalah apabila ia diperjuangkan, diperoleh dan dinikmati dari sesuatu yang sakit berupa kecurangan-kecurangan baik guru, maupun dosen dalam pemerolehannya. Ini lebih ke arah penyakit batin yang berupa penghalalan segala cara, yang bisa menimpa hal apapun. Sertifikasi adalah salah satu korban dan sekaligus sebab.
Sertifikasi menimbulkan penyakit panjang angan, sebagaimana penyakit yang lain, ia bisa menimbulkan komplikasi. Baik komplikasi kesehatan pribadi peraih sertifikasi maupun penyakit bagi sistem pendidikan itu sendiri.
Kualitas suatu sistem, bukanlah terletak pada berapa UANG atau dana yang menopangnya, sesungguhnya ia kembali lagi pada kualitas unit-unit yang menyusunnya. Akan menjadi suatu sinergi yang berhasil jika memang unit-unit itu sudah berkualitas dari awalnya. Perlu digaris bawahi bahwa kualitas disini amat jauh dari arti nilai angka.
Kualitas disini adalah pengejawantahan diri pribadi manusia seperti adanya tanpa manipulasi dan topeng-topeng kemunafikan yang lain, yang bisa berupa selembar sertifikat.
Topeng sertifikasi, sesungguhnya merupakan penyakit laten yang akan menggerogoti kesehatan pesakitan layaknya kanker. Ada beberapa hal yang juga bisa menyebabkan sertifikasi berimbas pada kesehatan fisik peraih sertifikat. Andai pelaksanaan pembayaran tunjangan sertifiksi tepat waktu, maka akan dapat dieliminir masalah keberharapan (toma’) terhadap harta duniawi. Seperti gaji rutin, ia bisa dipastikan kapan datang. Pada kenyataannya pelaksanaan pembayaran yang tersendat-sendat akan mengkacaubalaukan rencana keuangan jangka panjang peraih sertifikasi. Sangat manusiawi jika kita mendpatkan tambahan penghasilan, maka akan diikuti oleh penambahan agenda ekonomi, baik konsumtif, maupun produktif. Nah apabila pembayaran seperti sekarang ini, akankah rencana agenda ekonomi tambahan itu akan berjalan mulus? Atau jangan-jangan penghasilan rutin yang sudah stabil setiap bulan, itu terseret oleh agenda ekonomi tambahan sebagai imbas, adanya penghasilan tambahan yang dibayarkan diakhir pekerjaan. Lalu apakah demikian yang dinamakan PENGHASILAN PROFESIONAL?
Mudah mengucapkannya, tapi sulit melaksanakan bukan (Maaf meniru Gus Dur)
“Sesungguhnya di langit dan di bumi telah terhampar rizki dari Tuhan MU dan itu sanggup untuk memberi makan seluruh makhluk dibumi dan dilautan, tapi mengapa banyak ketimpangan ? “
Apakah Metode Imiah itu ? Lihat aja di …
http://www.scribd.com/doc/19674027/METODE-ILMIAH-Cetak
atau
Lailatul Qodar adalah malam yang dikehendaki.
Lebih terang, dipenuhi oleh 1000 bulan purnama.
Kesadaran tanpa lupa.
Awareness tertinggi.
Dzikir yang tak pernah lalai.
Paham yang tak pernah ragu…
Itulah makna Lailatul Qodar menurutku…
“Pak…komputerku sering ngehang ditengah-tengah, trus ada petunjuk “you are not allowed to run this program without priviledge administrator”
Sebuah SMS dari customer yang notabene mahasiswa TI di sebuah akademi.
Saya tidak akan membahas cara-cara perbaikan dari error diatas. Oleh karena itu saya balas langsung “ya instal ulang aja…” Eh maaf, tapi walau ada cd originalnyapun belum tentu user ini bisa instal ulang.
Sebenarnya, masalah-masalah fatal seperti ini bisa kita cegah melalui beberapa trik yaitu bermain komputer secara tepat.
Komputer zaman sekarang ini begitu dimanjakan oleh sistem operasi yang berbasis GUI. Begitu mudahnya sehingga setiap icon yang diklik akan langsung memanggil program yang terkait dengan ikon tersebut. Bahkan bayi yang baru lahirpun sekarang bisa menjalankan sebuah program. Akibat dari kemudahan ini berbanding terbalik dengan keamanan PC baik data maupun program applicationnya.
Beberapa kesalahan kecil yang sebenarnya bisa kita hindari diantaranya adalah :
1. Jangan terlalu percaya flashdisk kita itu “suci” dari virus. Oleh karenanya kalau sudah ada akses internet, printer, ngapain pakai flashdisk. Pekerjaan kantor kan harus dibawa pulang? Atasi dengan cara bodon saja walau tak menjamin aman dan biaya murah. Emailkan aja file itu dari kantor ke akun email anda. Atau simpan didirektori penyimpanan online kalau itu tidak terlalu rahasia.
Kata kunci “waspadai flashdisk”. Penggunaa program proteksi file di flashdisk justru kadang merepotkan orang awam. Atau sekali pakai keluar, format ulang flashdisk Anda.
2. Jangan membuka file dokumen apapun dari EXPLORER, usahakan jalankan dulu program aplikasinya baru buka file yang akan diedit/diprint. Bahkan dosen TI pun masih melakukan seperti ini. Jika dokumen sudah bervirus maka file tersebut akan diload terlebih dahulu bersama virus, dan bersembunyi dalam data daripada program aplikasi yang selalu link dengan antivirus.
Jangan percaya ada multitasking, multiprogramming, dan multi-multi yang lain. Tak ada hal yang bisa dikerjakan oleh materi secara bersama-sama dalam satu waktu. NONSENS. Hanya selisih waktu sepersekian juta detik. Jadi masih ada celah untuk virus menyelinap.
Kata kunci “Buka Program, baru data” akan lebih menyelamatkan PC anda.
3. Kesalahan Fatal adalah membuka start program di windows dengan klik kanan start lalu explore. Ini sebenarnya jalan yang agak bodoh untuk mengakses sumber daya PC, dan ini akan memperlama akses anda kepada data yang dibutuhkan. Bandingkan dengan Klik Kanan My Computer lalu EXPLORE. Hasilnya anda akan berhemat sekitar dua detik. Langkah pertama sebenarnya adalah membuka menu start program, bukan mengakses sumber daya PC. Juga jangan biasaka open My Computer, karena keterangan tentang properti data atau file tidak langsung terlihat. Dengan demikian Anda tidak akan tahu apakah file Word sudah berganti Application atau belum. Hal ini menandakan file terinfeksi atau tidak.
4. Hapuslah atau remove icon beberapa program yang ada di start up, yaitu di kanan bawah taksbar. Icon program yang ada disana, adalah icon program yang akan diload saat operating sistem dinyalakan. Jika salah satu program ada yang terkena virus, sementara program antivirus lambat meload diri kememory, alamat program antivirus sudah ditaklukan oleh virus. Jadi remove icon program yang ada di start up melalui Run, MsConfig, Start UP.
5. Periksalah program aplikasi apa saja yang dijalankan oleh system maupun network, dengan mengklik CTRL+ALT+DEL sekali bersamaan. Setelah keluar Task Manager, klik pada TAB Proccess, nah disitu akan tampil program yang diload oleh system maupun network. Perhatikan file-file yang tidak dikenali, misal dengan ekstensi .tmp, klik kanan file tersebut, lalu klik END PROCESS
Semoga lima hal di atas bisa mencegah masalah yang bisa timbul seperti pada sms di atas. Tips lain akan saya upload di waktu yang akan datang.
Materi tentang dioda download aja di sini :
http://www.scribd.com/doc/18749084/dioda
atau
Jawaban Quis Pengantar Teknologi dapat didownload disini :
Makalah Dosen Ekonomi Teknik Silakan downlod di sini:
Bagi yang ingin paper Matrikulasi Etika Bisnis dan Tugasnya, bisa didownload di sini
http://www.scribd.com/share/upload/14644307/1yhcnx09ot6n32crhotz
atau disini:
Resistor
o Ringkasan Teori
Pada dasarnya semua bahan memiliki sifat resistif namun beberapa bahan seperti tembaga, perak, emas dan bahan metal umumnya memiliki resistansi yang sangat kecil. Bahan-bahan tersebut menghantar arus listrik dengan baik, sehingga dinamakan konduktor. Kebalikan dari bahan yang konduktif, yaitu bahan material seperti karet, gelas, karbon memiliki resistansi yang lebih besar menahan aliran elektron sehingga disebut sebagai isolator.
Resistor adalah komponen dasar elektronika yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena bisa berfungsi sebagai pengatur atau untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan resistor, arus listrik dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω (Omega).
Di dalam rangkaian elektronika, resistor dilambangkan dengan huruf “R“. Dilihat dari bahannya, ada beberapa jenis resistor yang ada dipasaran antara lain : Resistor Carbon, Wirewound, dan Metalfilm. Ada juga Resistor yang dapat diubah-ubah nilai resistansinya antara lain : Potensiometer, Rheostat dan Trimmer (Trimpot). Selain itu ada juga Resistor yang nilai resistansinya berubah bila terkena cahaya namanya LDR (Light Dependent Resistor) dan resistor yang nilai resistansinya akan bertambah besar bila terkena suhu panas yang namanya PTC (Positive Thermal Coefficient) serta resistor yang nilai resistansinya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas yang namanya NTC (Negative Thermal Coefficient).
Untuk resistor jenis carbon maupun metalfilm biasanya digunakan kode-kode warna sebagai petunjuk besarnya nilai resistansi (tahanan) dari resistor. Resistor ini mempunyai bentuk seperti tabung dengan dua kaki di kiri dan kanan. Pada badannya terdapat lingkaran membentuk cincin kode warna, kode ini untuk mengetahui besar resistansi tanpa harus mengukur besarnya dengan ohmmeter. Kode warna tersebut adalah standar manufaktur yang dikeluarkan oleh EIA (Electronic Industries Association) seperti yang ditunjukkan pada tabel 1.1.
Selengkapnya download di :
Resistor