Arsip untuk September, 2009

Idul Fitri 1430 H

September 30, 2009
Mbah Supi dan Cucu

Mbah Supi dan Cucu

[caption id="attachment_337" align="alignleft" width="300" caption="Ian Belajar Adzan"]Ian Belajar Adzan[/caption]

Penyakit itu bernama Sertifikasi.

September 28, 2009

Sertifikasi alih-alih menjadi sarana peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran di Indonesia dalam perkembangannya sudah banyak terendus berbagai kecurangan. Semua dengan satu tujuan untuk peningkatan gaji yang katanya untuk peningkatan kesejahteraan. Tulisan ini tidak akan membahas apa saja bentuk kecurangan, atau masalah pro dan kontra akan adanya sertifikasi, tetapi hanya sekadar sorotan dalam segi yang lain.

Ibarat suatu benda yang alami, pada dasarnya sertifikasi atau apa pun adalah bersifat netral. Akan menjadi sesuatu yang baik dan bermanfaat, atau jahat dan merugikan kembali lagi pada siapa, kapan, bagaimana, di mana, dll, semua dilakukan.

Sertifikasi suatu jenis penyakit?
Sertifikasi bisa dipandang sebagai suatu jenis penyakit baik lahir maupun batin, tergantung pada efek yang ditimbulkannya. Sertifikasi sebagai suatu penyakit, adalah apabila ia diperjuangkan, diperoleh dan dinikmati dari sesuatu yang sakit berupa kecurangan-kecurangan baik guru, maupun dosen dalam pemerolehannya. Ini lebih ke arah penyakit batin yang berupa penghalalan segala cara, yang bisa menimpa hal apapun. Sertifikasi adalah salah satu korban dan sekaligus sebab.
Sertifikasi menimbulkan penyakit panjang angan, sebagaimana penyakit yang lain, ia bisa menimbulkan komplikasi. Baik komplikasi kesehatan pribadi peraih sertifikasi maupun penyakit bagi sistem pendidikan itu sendiri.

Kualitas suatu sistem, bukanlah terletak pada berapa UANG atau dana yang menopangnya, sesungguhnya ia kembali lagi pada kualitas unit-unit yang menyusunnya. Akan menjadi suatu sinergi yang berhasil jika memang unit-unit itu sudah berkualitas dari awalnya. Perlu digaris bawahi bahwa kualitas disini amat jauh dari arti nilai angka.
Kualitas disini adalah pengejawantahan diri pribadi manusia seperti adanya tanpa manipulasi dan topeng-topeng kemunafikan yang lain, yang bisa berupa selembar sertifikat.
Topeng sertifikasi, sesungguhnya merupakan penyakit laten yang akan menggerogoti kesehatan pesakitan layaknya kanker. Ada beberapa hal yang juga bisa menyebabkan sertifikasi berimbas pada kesehatan fisik peraih sertifikat. Andai pelaksanaan pembayaran tunjangan sertifiksi tepat waktu, maka akan dapat dieliminir masalah keberharapan (toma’) terhadap harta duniawi. Seperti gaji rutin, ia bisa dipastikan kapan datang. Pada kenyataannya pelaksanaan pembayaran yang tersendat-sendat akan mengkacaubalaukan rencana keuangan jangka panjang peraih sertifikasi. Sangat manusiawi jika kita mendpatkan tambahan penghasilan, maka akan diikuti oleh penambahan agenda ekonomi, baik konsumtif, maupun produktif. Nah apabila pembayaran seperti sekarang ini, akankah rencana agenda ekonomi tambahan itu akan berjalan mulus? Atau jangan-jangan penghasilan rutin yang sudah stabil setiap bulan, itu terseret oleh agenda ekonomi tambahan sebagai imbas, adanya penghasilan tambahan yang dibayarkan diakhir pekerjaan. Lalu apakah demikian yang dinamakan PENGHASILAN PROFESIONAL?
Mudah mengucapkannya, tapi sulit melaksanakan bukan (Maaf meniru Gus Dur)

“Sesungguhnya di langit dan di bumi telah terhampar rizki dari Tuhan MU dan itu sanggup untuk memberi makan seluruh makhluk dibumi dan dilautan, tapi mengapa banyak ketimpangan ? “

Metode Ilmiah

September 12, 2009

Apakah Metode Imiah itu ? Lihat aja di …

atau

Laelatul Qodar

September 6, 2009

Lailatul Qodar adalah malam yang dikehendaki.
Lebih terang, dipenuhi oleh 1000 bulan purnama.
Kesadaran tanpa lupa.
Awareness tertinggi.
Dzikir yang tak pernah lalai.
Paham yang tak pernah ragu…

Itulah makna Lailatul Qodar menurutku…