Kerupuk Internet

Halah, apa lagi itu… Kerupuk kok internet ? Apa ada kerupuk di internet, atau internet di kerupuk. Kayak anak-anak ajay, beli snack Rp. 100 , dapat Rp. 1000,- … memang sudah ga nalar. Tapi apa sih kerupuk internet itu, … ? Nih ku kasih ceritanya, …. Kemarin sehabis membesuk dan menunggui kakak laki-lakiku yang istrinya tergolek sakit di RSUD Slawi, aku pulang jam 12.00 bareng kakak perempuanku dan keponakan. Kasihan kakak pertamaku itu, sudah menikah 16 tahun, belum dikaruniai keturunan, beberapa kali keguguran (karena kuman kucing kali ya?) soalnya suami istri suka kucing semua.
Iseng aku tawarin kakak perempuanku yang masih nganggur untuk bergabung dengan bisnis refferalku, karena masih belum paham aku jelaskan aja itu seperti MLM, tapi dapat layanan iklan gartis di internet. “Gimana, ikutan ya…, cuman Rp. 40 ribu aja, ntar kalau akau dapat bonus, muter uangnya, mbakyu dapat juga lho. Daftar lewat aku aja, biar yang ngurus di internet aku, mbakyu tinggal titip iklan sama aku. Dan dengan ongkosnya doong.” Aku serahkan brosur dari http://www.mabetra.com padanya agar di baca.
“Iklan apa to mas” kata perempuan berjilbab rapi tepat di kursi sebelahku. Eh aku kaget juga, ternyata percakapanku dengan kakakku didengarnya, dan ia penasaran. “Itu Mbak, iklan gratis di internet” Caranya gampang, tinggal ikutan di bisnis MLM+Plus, atau jadi memberku, mbak bisa iklan produk yang Mbak punya”
“Oh, gitu, lebih murah ya mas, daripada di koran …., enggak aku sih jualan krupuk”
“Jualan krupuk apa Mbak”, tanyaku. “Semua jenis Mas, mentah sama yang sudah masak” “Sebulan omsetnya berapa kilo?, tanyaku lagi.
“Gak pakai kiloan Mas, hitungannya per ball (?)”, jawabnya. “Kalau dihitung kiloan ya sekitar 50Kg per minggu”, lanjutnya lagi.
“Wah lumayan juga mbak, ini kalau mau baca-baca cara bergabung jadi memberku”, kataku sembari memberinya brosur downloadan yang saudah kucetak, dan kutambahi info alamat rumahku.
“Terus kalau bahan mentahnya, ambil lokal apa luar kota, Mbak?” tanyaku penasaran.
“Kadang ambil lokal, kadang luar kota”, jawabnya. “Kalau ambil luar kota, bayar depan atau belakang ?”, tanyaku. “Bayar belakang, Mas”, tukasnya. “Tranfer apa ambil cash”, aku terus bertanya (kayak wartawan). “Transfer Mas, Bank…,” jawabnya lagi.
“Oh begitu, wah kalau Mbak punya rekening BCA sama dengan kami, lebih mudah Mbak ikutan bisnis refferal ini”, jelasku.
Ahh,,,, ternyata gak kerasa Mbak itu sudah turun di pertigaan 407 Banjaran. Aku lupa mengatakan, Mbak itu asalnya dari Lebaksiu, Jualan Kerupuk dan Katering, dengan karyawan dari tetangga-tetangganya.

Wah, maju juga pemikiran Mbaknya itu, ingin mengiklankan Kerupuknya ke internet. Hebat, orang Indonesia yang pedesaan aja pengin maju pakai internet (wah dongkol kalau dibandingkan maaf rekan-rekan kerjaku).

Tapi sayang….pulang kerumah, ngecek http://www.mabetra.com/?aff=rochmatsalim, ternyata ….. errror. Aduuuuuh kasihan, mau dapat calon member… web nya error. (Yaaaah, kasihan lagi aku lupa nanyain nama Mbak itu, jadi kalau ketemu bingung deeeech).
(Udah ya, ada istriku lagi ngintip tulisanku, dikiranya…..)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: