Ulang Tahun

Tak terasa Blog ini hampir berumur 1 tahun atau bahkan lebih. Walau kalian lihat pada arsip ada masa0masa vakum aku gak ngenet sama sekali. Maklum orang miskin yang mengandalkan internet dari warnet dan kadang gratisan dikantor. (maaf)

Tak terasa kami sudah 7 tahun menikah, dengan segala pahit getir pengalaman hidup yang amat teramat kenyang. Semua hampir pernah kunikmati (hanya kematian yang belum).

Berangkat dari keluarga miskin yang bekas orang terkaya didesaku. Ayahku adalah cucu wedana, dengan dua orang istri. Bapakku mendapat warisan yang tak sedikit ketika ditinggal mati Kakek. Karena punya harta banyak dan mungkin tanpa arahan Bapak (Maafkan…) menikah sampai 5 kali. Semua kata Ibuku (masih hidup). Terakhir Bapak menikah dengan Ibu, setelah hartanya habis-habisan untuk mencerai istri pertama sd keempat (tidak satu waktu).

Saat SD kelas 5, aku masih menikmati hasil panenan padi dari sawah yang katanya milik Bapakku. Ah aku kecil gak peduli amat, kami senang menjemur gabah. Kepedihan mulai terasa ketika aku naik kelas 6. Pekerjaan Bapak yang serabutan membuat ekonomi keluarga tak karuan. Pertengkaran harian tak terhindarkan. Aku hanya bingung dan bingung…kok bisa ya? Apalagi nenek dari Ibuku turut campur (maaf eyang..), permasalahan tak kunjung selesai. “Aku sudah pernah jadi orang kaya, jadi aku gak mau serius kerja lagi, sudah bosan, Kamu cari sendiri ya “. Ah perkataan apalagi yang keluar dari bibir Bapakku? Apakah harus ku menyalahkannya?

Aku kuat, mandiri dan bertahan. Sejak SD, SMP, STM, Kuliah selalu dapat rangking. Namun karena berasal dari keluarga kurang mampu, aku sering dilecehkan. Apalagi sikap kerasku dalam berprinsip. Maaf, ketika aku menuruti pendapatmu? Apakah kamu yang menanggung hidupku?

(To be continued….)

“Setelah 36 tahun, punya dua anak, seorang istri yang teramat setia, dan dengan segala kerendahan hatinya, Ia mau menuruti nasihatku” Aku sudah cukup…Pada ulang tahun pernikahanku yang ke 7 ini, aku merasakan keharuan teramat dalam….akan kenangan sejarah hidupku, kenangan sejarah internetku, komputerku, bisnisku, anak-anakku yang cerdas Roihan Asy Sya’bani yang cerdas, Robiah Al Mulidiyah yang cantik, bersihkanlah duka sejarah Bapakmu, dan lanjutkan perjuangan Dinasti Kakek Buyutmu, agar orang tak lagi meremehkan kita”

“Buat adikku nan jauh di Sleman, adakah kau ingat ketika kakakmu ini melamar seorang gadis di bawah Sindoro-Sumbing, hanya berbekal tekad seorang lelaki kecil?”

Satu Tanggapan to “Ulang Tahun”

  1. rochmatsalim Says:

    sejarahku akan kulanjutkan diepisode yang lain….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: