PLN B(a)yar Pet

63 Tahun Merdeka Listrik PLN Payah !
Indonesia sudah secara legal formal merdeka 63 tahun. Artinya hampir selama itu pula pembangunan listrik di Indonesia telah dilaksanakan. Atau mungkin lebih tua dari usia kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi apakah pelayanan PLN dan BTL sebagai mitranya sudah menunjukkan kedewasaan dan profesionalitas setua umurnya? Lihat saja contoh pada kenyataan yang saya jumpai sebagai berikut:
1. Di sekolah tempat saya mengajar voltase listrik yang seharusnya 220 Volt, terukur hanya 180 s.d 190 Volt saja. Artinya kita kehilangan tegangan sekitar 40 Volt, tentunya ini akan mengakibatkan kehilangan daya pula. Misalkan daya pada sekolah itu 2200 Watt, berarti pada posisi normal Arusnya adalah 10 Ampere. Dengan perhitungan tersebut maka kehilangan daya sekolah itu pada tegangan 180 Volt adalah sbb: P = V. I = 40 V . 10 A = 400 Watt (cukup untuk konsumsi rumah tangga kecil). Itu terjadi setiap detiknya, bayangkan bila kehilangan itu terjadi bertahun-tahun!?
2. Saya membeli rumah di dareah Pesalakan Adiwerna. Daya listrik di rumah yang saya beli 900 Watt. Artinya arus listrik di rumah saya adalah sekitar 4 Ampere. Tegangan pada pagi hari (05.00 – 11.00) adalah 150 s.d 160 V, siang hari (12.00 – 17.00) 200 Volt turun menjadi 180 Volt, malam hari (18.00 – 24.00) turun dari 180 Volt menjadi 145 Volt. Berbagai usaha sudah saya lakukan, antara lain :
a. Pengaduan pada PLN Banjaran, datang dua orang petugas lapangan dua kali. Hasilnya hanya dikuatkan sambungan atasnya dan mengganti BOX SEKERING dan dengan alasan TERLALU BANYAK TARIKAN SEHINGGA TIDAK BISA MENAIKKAN TEGANGAN HARUS MENUNGGU ADA TIANG LISTRIK BARU.
b. Meminta bantuan teman yang juga mempunyai BTL, kemudian solusi sementaranya adalah membuat Stop Kontak dengan kabel Eterna yang besar untuk membuat tegangan tidak drop. Hasilnya ternyata masih sama saja di malam hari yaitu tetap sekitar 145 V sd 150 V.
Nah…kita lihat mungkin benar penyebabnya adalah TERLALU BANYAK TARIKAN SEHINGGA TIDAK BISA MENAIKKAN TEGANGAN. Artinya kinerja PLN dengan BTL sebagai mitranya dulu sangat tidak profesional sehingga terjadi tarikan yang over dosis, tetapi tidak terpantau. Saran yang lain gunakan STABILISER, karena tiang listrik baru mungkin sampai 2012 tidak akan muncul, dan kalau mau cepat maka perlu mangajukan Hibah Tiang Listrik dan Trafonya melalui usulan desa. Padahal stabiliser saja input tegangannya dari 175 Volt s.d 240 Volt (mana cukup kalau malam hari ?) dan kalau daerah Pesalakan Adiwerna yang mutu SDMnya rendah serta tidak membutuhkan listrik minimal 180 Volt seperti anak saya yang berumur 5 tahun tetapi selalu bermain komputer hampir 8 jam sehari, bagaimana mungkin mereka peduli dengan listrik yang rendah? Paling-paling mereka butuh listrik hanya untuk lampu dan televesi? Perlu diketahui tegangan di tetangga saya adalah 170Volt siang hari.
Betapa kasihan saya, istri, dan anak yang hanya ingin menyalakan komputer malam hari harus mengeluarkan uang yang banyak kalau saya ingin sambungan listrik rumah saya nomor satu dari tiang listrik dipinggir jalan dengan jarak 150 meter?
Tolong siapa saja yang membaca tulisan ini, baik dari petinggi-petinggi PLN maupun BTl untuk memberi solusi dan jangan sampai saya malah disalahkan karena membeli rumah yang listriknya bertegangan rendah ya!

Rochmat (Masih Indonesia juga)
Desa Adiwerna RT:25/04 No. 42, Kec. Adiwerna, Kab. Tegal, 52194

2 Tanggapan to “PLN B(a)yar Pet”

  1. MaLa (@kisahmala) Says:

    ini juga terjadi di rumah saya dan tetangga yang lain di daerah MONGGUH DESA TANJUNGBUMI KAB BANGKALAN MADURA,

    PLN tidak pernah mau perduli, mereka hanya perduli dengan perut mereka, 1 gardu listrik dari dulu tdak pernah bertambah padahal rumah bertambah banyak, bila malam tiba smua listrik redup semua, tolong di publis komentar saya mas.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: